About Me

Tentang profile saya sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma

Perbedaan Kepentingan,Deskriminasi,dan Ethosentris

Kepentingan adalah sangat pelu, sangat utama (diutamakan), jadi pengertian kepentingan salah satunya adalah diutamakan.

Jumat, 01 Oktober 2021

Profil Perusahaan PT.Telkomsel

  

  Telkom merupakan perusahan milik Badan Usaha Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang informasi dan komunikasi. Sejarah PT. Telkom Indonesia ini bermula pada pendirian badan usaha swasta penyedia layanan poss dan telegraf pada tahun 1882. Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi Perusahaan
Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian pada tahun 1965, PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) dan perushaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). 

     PT Telekomunikasi Selular, beroperasi dengan merek dagang Telkomsel, adalah salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia. Saat ini Telkomsel menjadi operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia yang mengoperasikan 236 ribu BTS (Base Tranceiver Station) dan melayani lebih dari 170 juta pelanggan, membuat Telkomsel mengambil pangsa pasar telekomunikasi seluler Indonesia hampir sebesar 60% di tahun 2020. Dengan capaian tersebut, Telkomsel menjadi operator terbesar keenam di dunia yang melayani ratusan juta pelanggan dalam satu negara. Bekerja sama dengan 575 mitra roaming, layanan Telkomsel saat ini dapat digunakan di 200 negara di dunia.

Kepemilikan Telkomsel saat ini dipegang oleh Telkom Indonesia sebesar 65%, dan Singapore Telecommunications Singapura 35%.


Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) pada tanggal 30 Juni 2019 dan 31 Desember 2018 masing-masing adalah 24.753 orang dan 24.071 orang (tidak diaudit). Sepanjang 2020, Telkomsel membangun 27,7 ribu Base Tranceiver Station (BTS) 4G LTE baru, sehingga sampai akhir tahun lalu Telkomsel telah memiliki total BTS lebih dari 231 ribu unit dengan 78% di antaranya adalah BTS 3G/4G.

Dari sisi kinerja, Telkom Indonesia mampu mencatat kinerja yang baik dengan membukukan pertumbuhan yang positif dari sisi pendapatan, EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) serta laba bersih selama tahun 2020.

Laba bersih Telkom naik 11,5% menjadi Rp 20,80 triliun di tahun lalu, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, Rp 18,66 triliun, sementara pendapatan juga naik 0,7% menjadi Rp 136,46 triliun dari sebelumnya Rp 135,57 triliun.

Adapun total belanja modal (capital expenditure/capex) Telkom pada 2020 tercatat sebesar Rp 29,4 triliun atau 21,6% dari total pendapatan.

Produk-produk PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. :

1. Telepon, data, Internet 

a.    IndiHome Fiber merupakan layanan Triple Play yang terdiri dari telepon rumah, Internet on Fiber atau High Speed Internet dan Usee TV Cable beserta beberapa fitur tambahan seperti IndiHome View, Melon dan Trend Micro Internet Security.  

b.    Telepon rumah adalah layanan komunikasi telepon dengan keunggulan biaya yang murah dan kualitas suara yang jernih.

Paket IndiHome Fiber menawarkan gratis menelepon 1000

menit atau setara dengan 17 jam per bulan yang bisa digunakan baik untuk Lokal maupun Interlokal secara leluasa.

c.     Flexi layanan data dan internet, layanan telepon

d.    TelkomNet Instan layanan akses internet dial up

e.    TelkomNet Astinet merupakan layanan akses internet

berlangganan dengan fokus perusahaan

f.      e-Businnes     (i-deal,             i-manage,        i-settle,            i-Xchange,

TELKOMWeb Kiostron, TELKOMWeb Plazatron)

g.      Solusi Enterprise

h.      TELKOMLink DINAccess

i.       TELKOMLink VPN IPmerupakan layanan komunikasi data

any to any connection berbasis IP MPLS.

j.       TELKOMNet Whole Sale (VPN Dial) merupakan layanan

akses dial up ke intranet suatu perusahaan yang dilakukan secara remote dan mobile melalui jaringan data berbasis TCP IP (MPLS/tunneling) pada TELKOMNet.

k.       TELKOMISDN        merupakan      jaringan           digital yang

menyediakan layanan telekomunikasi multimedia, merupakan pengembangan dari sistem telepon yang telah terintegrasi

l.        e-Health merupakan layanan solusi untuk entitas kesehatan meliputi ePuskesmas, ePharmacy, HIE (Health Information

Exchange).

2.      Satelit

a.                 TELKOMSatelit (Sewa Transponder)

b.                TELKOMVSAT

3.      Televisi berlangganan berbasis protokol internet

a.       Groovia TV merupakan televisi protokol internet pertama di Indonesia. Kualitas resolusi Groovia TV lebih bagus dibanding dengan hasil video dari TV konvensional.  

b.        UseeTV merupakan layanan Interactive TV dari Indihome yang pertama di Indonesia. Layanan TV berbayar (Pay TV) yang memberikan pengalaman baru. UseeTV Cable juga memberikan berbagai macam fitur yang tidak ada di penyedia layanan kabel lainnya, seperti Pause & Rewind TV, Video on Demand, Video Recorder dan lainnya. UseeTV Cable

memiliki beragam Channel pilihan. Saat ini, Channel yang ada sebanyak 101 Channel pilihan, terdiri dari 19 Channel TV Lokal dan 81 Channel TV Internasional. IndiHome Interactive TV, layanan TV Kabel yang seru dan lengkap.


Cakupan Wilayah PT Telkom Khususnya untuk domestik terdapat  8 divisi Regional Yaitu :

1)      Divisi Regional I, Sumatera.

2)      Divisi Regional II, Jakarta dan sekitarnya 

3) Divisi Regional II, Jakarta dan sekitarnya.

4)      Divisi Regional III, Jawa Barat.

5)      Divisi Regional IV, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

6)      Divisi Regional V, Jawa Timur.

7)      Divisi Regional VI, Kalimantan.

8)      Divisi Regional VII, Kawasan timur Indonesia (Sulawesi, Bali, Nusa

Tenggara, Maluku dan Papua). 



Kamis, 02 April 2020

Elemen-elemen Di Dalam Website

Elemen Penting Desain Web

Desain web, sama seperti fesyen, selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Ada trend yang sama sekali baru, ada pula yang merupakan pengulangan dari trend beberapa tahun ke belakang. Tapi, elemen-elemen esensial di dalamnya tidak banyak berubah.
Elemen desain web bukan hanya agar web elok dipandang, tapi juga agar memudahkan pembaca dan Google Crawler ketika menjelajahi web kita. Dengan kata lain, meningkatkan user experience (UX).

Elemen #1: Layout

Layout sebuah situs web hendaklah mempertimbangkan letak penyusunan elemen-elemen desain yang memudahkan pembaca untuk mencerna aliran informasi. Perhatikan hierarki dan keseimbangan layout secara keseluruhan. Susunan paling umum adalah atas-bawah-kiri-kanan.
Tip:
  • Buat susunan atau aliran informasi yang mudah diikuti oleh mata pembaca.
  • Susun elemen berdasarkan skala prioritas dari paling penting → penting → kurang penting.
  • Sebagian besar orang terbiasa membaca dari kiri ke kanan, maka letakkan main post di sebelah kiri sedangkan sidebar di sebelah kanan.
  • Perhatikan pula keseimbangan susunan elemen desain.

Elemen #2: White Space

White space berguna untuk membantu mata manusia mengorganisasi data. Bagi Anda yang belum begitu familiar dengan istilah desain, white space bisa diartikan sebagai ruang kosong yang memisahkan antara satu elemen dengan elemen lainnya. Situs web adalah sebuah ruang berisi berbagai informasi, agar informasi itu dapat diolah dengan baik oleh mata pembaca, maka ruang kosong berfungsi sebagai jeda.
Fungsi ruang kosong (Lia Anggraini S. & Kirana Nathalia, 2014:82):
  • Berfungsi sebagai separator untuk setiap elemen desain.
  • Memberi fokus terhadap elemen yang ingin ditonjolkan.
  • Memberi kesan desain yang lebih clean dan relaxing.
  • Menciptakan layout yang lebih seimbang dan harmonis.
  • Meningkatkan keterbacaan teks.
Tip:
  • Gunakan ruang kosong dengan jarak yang sama antara satu elemen dengan elemen lainnya.
  • White space juga termasuk jarak antarbaris dan antarparagraf dalam body text.

Elemen #3: Jenis Huruf

Prinsip memilih huruf untuk web (web fonts) agak berbeda dengan ketika memilih huruf untuk materi cetak seperti brosur, pamflet, buku, atau materi cetak lainnya. Sebab ketika membaca di layar, mata manusia lebih cepat lelah daripada ketika membaca di atas kertas.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih jenis huruf untuk web:

  • Klasifikasi huruf. Kenali klasifikasi huruf dan karakternya masing-masing. Setidaknya ada 4 klasifikasi dasar huruf: serif, sans serif, script, dan dekoratif.
    1. Serif memberikan kesan klasik, resmi, dan elegan. Biasanya digunakan pada buku, surat kabar, dan konten formal atau semi formal. Contoh: Times New Roman (TNR), Garamond, Georgia, Cambria.
    2. Sans Serif adalah huruf yang paling cocok untuk digunakan karena memiliki tingkat readibility yang lebih tinggi di layar komputer jika dibandingkan dengan huruf serif. Memberikan kesan formal sekaligus kasual. Contoh: Helvetica, Arial, Trebuchet, Verdana, Josefin Sans.
    3. Script memiliki banyak sekali variasi (brush, handwriting, kaligrafi, dll), memberikan kesan klasik, santai, dan kasual. Karena karakternya yang seperti huruf tegak bersambung (well, ini memang huruf tegak bersambung), jenis huruf script lebih sulit dibaca di layar. Anda bisa menggunakan jenis huruf ini untuk judul post, tapi hindari menggunakannya untuk body text.
    4. Dekoratif, sama seperti script, huruf dekoratif juga memiliki banyak sekali variasi dari mulai yang betul-betul alfabet, simbol, hingga ikon-ikon tertentu. Huruf dekoratif tidak terlalu cocok digunakan untuk web fonts baik untuk judul maupun body text. Tapi, Anda bisa menggunakan huruf jenis ini untuk tulisan di image asalkan hanya untuk satu atau dua kata, bukan untuk kalimat panjang.


  • Karakter. Huruf memiliki psikologinya sendiri-sendiri, pilih jenis huruf yang sesuai dengan karakter situs web atau produk Anda.


  • Legibility. Adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu karakter/huruf tanpa harus bersusah payah (Lia Anggraini S. & Kirana Nathalia, 2014:64). Ada beberapa jenis huruf yang sulit dibaca sehingga pesan yang ingin disampaikan pun sulit diolah oleh pembaca, misalnya jenis-jenis huruf script atau dekoratif. Perhatikan contoh huruf di bawah, keduanya memakai jenis huruf yang sama, tetapi memiliki legibility yang berbeda. Kata pertama menggunakan tittle case atau kombinasi huruf besar dan kecil, sedangkan yang kedua memakai all caps atau kapital.


  • ReadibilityReadibility berkaitan dengan bentuk huruf dan hubungannya dengan huruf lain. Jenis huruf yang memiliki tinggi bervariasi lebih mudah dibaca daripada huruf yang memiliki tinggi sama. Readibility juga berhubungan dengan jarak antarhuruf dan jarak antarkata.

  • Warna. Apa pun warna favorit Anda, entah itu merah, ungu, biru, atau merah muda, Anda tidak bisa begitu saja mengaplikasikannya ke dalam web fonts. Warna paling baik untuk body text adalah hitam atau gradasi abu-abu tua. Warna lain di dalam body text hanya dipergunakan untuk link atau subjudul. Judul? Boleh, Anda boleh memakai huruf berwarna-warni untuk judul atau judul sidebar, tapi pastikan warna yang Anda gunakan konsisten.

  • Ukuran. Ukuran berpengaruh terhadap readibility. Dalam jarak dekat, mata manusia tidak bisa membaca huruf yang terlalu kecil juga huruf yang terlalu besar. Ukuran paling pas untuk body text biasanya antara 10-12px. Untuk judul, header, sidebar, dan elemen lainnya bisa Anda sesuaikan dengan bidang layout.
Tip:
  • Jenis huruf sans serif paling baik untuk digunakan di layar.
  • Gunakan MAKSIMAL 2 jenis huruf di dalam satu situs web. Anda bisa mengkombinasikan antara huruf serif dengan sans serif atau script dengan sans serif. Misalnya, Georgia untuk judul dan Helvetica untuk body text.
  • Gunakan variasi ukuran huruf untuk menandai skala prioritas aliran informasi. Misalnya, 12px untuk body text, 10 px untuk text snippet di sidebar, 8 atau 9px untuk footer.
  • Anda bisa memilih kombinasi huruf yang paling cocok di Google Fonts.

Elemen #4: Pilihan Warna

Situs web bukan kanvas berisi lukisan abstrak, kita sedang menyampaikan informasi kepada pembaca, bukan sedang mendistraksi mata mereka. Yang terpenting dari situs web adalah konten, jangan sampai warna latar yang Anda gunakan lebih ramai dari konten itu sendiri.
Warna juga memengaruhi psikologi pembaca, menciptakan mood, bahkan menyelusup ke alam bawah sadar. Warna, bisa menyampaikan simbol dirinya sendirinya bahkan tanpa disertai oleh teks. Itu sebabnya mengapa pemilihan warna merupakan salah satu elemen penting dari desain sebuah web.


Tip:
  • Gunakan warna muda untuk latar dan warna tua untuk teks, bukan sebaliknya. Misalnya, latar putih atau abu-abu muda untuk latar dan hitam atau abu-abu tua untuk huruf body text.
  • Jika Anda tidak yakin dengan pilihan warna yang sesuai, gunakan gradasi abu-abu (grayscale).
  • Hindari menggunakan warna-warna primer untuk latar: merah, biru, kuning. Ada jutaan gradasi warna di dunia ini, Anda bisa memilih satu di antaranya.
  • Pilih hanya SATU warna yang akan di-highlight. Untuk variasi, Anda bisa menggunakan warna lain tapi dengan tone yang sama atau gradasi dari warna utama.


Elemen #5: Navigasi


Navigasi ibarat denah atau petunjuk jalan yang memudahkan pembaca untuk mencari kategori konten atau produk apa pun yang mereka inginkan. Letakkan navigasi di tempat yang mudah ditemukan, juga pilih bentuk navigasi yang mudah digunakan agar pembaca betah berlama-lama di situs Anda.
Navigasi juga bertujuan seperti sistem kearsipan: mudah menyimpan dan menemukan data.

Tip:
  • Letakkan navigasi di bagian paling atas layout. Bisa di bawah atau di atas header.
  • Kategorikan navigasi berdasarkan produk atau subtopik utama dari situs web Anda.
  • Untuk pengalaman pengguna yang lebih baik, sebaiknya hanya gunakan SATU baris navigasi.
  • Gunakan menu dropdown untuk memisahkan antara subtopik dengan sub-subtopik.
  • Anda bisa menggunakan navigasi linear atau navigasi hamburger.

Elemen #6: Tombol “Search”

Tidak ada yang lebih menyebalkan selain ketika berkunjung ke sebuah situs web dan tidak menemukan tombol search. Kita tidak akan pernah tahu apa yang ingin ditemukan oleh pembaca ketika datang ke situs web kita. Navigasi, kategori, dan label adalah opsi yang kita berikan, sedangkan tombol search adalah kebebasan. Pembaca tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencari dari satu kategori ke kategori lain atau dari satu konten ke konten lain.

Tip:
  • Letakkan tombol di tempat yang mudah dilihat. Biasanya di sebelah navigasi atau di bawah header.
  • Gunakan tombol berupa huruf atau simbol. Jika menggunakan simbol, HANYA gunakan simbol lup yang merupakan simbol universal.
  • Untuk pengalaman pengguna yang lebih baik, Anda bisa menggunakan fitur Google custom search.

Elemen #7: Laman “About Me/Us”

Jika Anda bukan perusahaan besar, tidak memiliki jenis bisnis yang spesifik, bergerak di bidang bisnis yang sama sekali baru, atau bukan pemilik situs web yang sangat terkenal, laman “About Me/Us” memiliki beberapa fungsi:
  • Memperkenalkan diri/perusahaan Anda.
  • Memperkenalkan jasa/produk yang Anda miliki.
  • Menjelaskan secara spesifik bidang yang Anda geluti.
  • Membangun engagement dengan pembaca. Percaya atau tidak, pembaca lebih suka membaca tulisan dari seseorang yang dia “kenal” daripada dari penulis misterius.
  • Jika Anda adalah blogger, laman “About Me” akan memudahkan calon klien menemukan informasi tentang siapa Anda.
Tip:
  • Letakkan laman “About Me/Us” di navigasi agar mudah ditemukan.
  • Laman “About Us” bisa dipergunakan untuk menceritakan visi dan misi perusahaan atau organisasi.
  • Berikan informasi yang jelas dan tidak bertele-tele. Anda bisa menceritakan tentang siapa diri Anda, tapi hanya jika itu relevan atau berpengaruh terhadap citra diri yang ingin Anda tonjolkan. Tidak, tidak usah terlalu panjang, ini profil, bukan cerpen.
  • Anda juga bisa memasukkan informasi yang berguna seperti prestasi, testimoni, atau seluruh akun media sosial. Kontak? Ya, Anda bisa memasukkan juga kontak di laman “About Me”.
  • Foto? Well, ya, tentu saja boleh. Satu album? Tidak, gunakan satu saja dengan pose yang sekiranya membentuk citra diri Anda.
  • Sejarah Anda ngeblog? Kalau Anda bisa menceritakan itu dalam satu paragraf berisi tidak lebih dari lima kalimat, silakan. Kalau cerita itu menghabiskan 500 kata, sebaiknya buat post tersendiri.
  • Jika Anda adalah profesional, sertakan juga skill dan jasa yang Anda berikan. Ratecard? Nggg … sebaiknya tidak.


 Catatan: Laman “About Me” di atas hanya contoh. Kami memang sengaja tidak menggunakan foto asli untuk melindungi identitas staf kami dari serbuan para penggemar 
😀 . Ketika membuat laman “About Me”, tentu saja Anda harus menggunakan foto Anda sendiri. 

Elemen #8: Laman Kontak

Laman kontak berpengaruh terhadap autoritas. Pembaca dan klien tentu harus tahu apakah situs yang mereka kunjungi benar-benar dikelola oleh perusahaan atau orang asli, bukan fiktif. Laman kontak juga mempermudah mereka untuk menghubungi kita. Karena terus terang, seseorang yang sulit dihubungi sering kali membuat frustrasi.
Anda bisa meletakkan laman kontak di beberapa tempat: navigasi, header, footer.

Apa saja yang harus ada di laman kontak:
  • Perusahaan: Alamat lengkap, jam operasional, nomor telepon, surel.
  • Personal: Alamat (lengkap atau hanya nama kota), nomor telepon (opsional), surel.
  • Form (opsional).

Elemen #9: Footer yang Informatif

Footer bisa saja berisi pengulangan informasi dengan catatan informasi tersebut memang krusial. Bisa juga berupa tambahan informasi berupa sitemaps, copyright, privacy policy, atau informasi lain yang memudahkan pembaca.

Elemen #10: Kualitas Image

Walau bagaimanapun, kita harus tetap mempertimbangkan aspek-aspek visual untuk memikat pembaca. Selain itu, ilustrasi dan foto memiliki fungsi untuk menjelaskan dan melengkapi konten.

Tip:
  • Gunakan foto atau ilustrasi dengan resolusi yang cukup agar tidak blur, minimal 150 PPI. Jika Anda belum familiar dengan ini, Anda bisa melihatnya di propertiesKlik kanan image → properties → details.
  • Gunakan file PNG agar meskipun ukurannya dikompres, resolusi dan ketajaman warnanya tidak berubah.
  • Akan lebih baik jika Anda menggunakan foto atau ilustrasi sendiri.
  • Jika Anda menggunakan foto dari stock images, pastikan Anda memakai foto gratis, bukan yang berlisensi seperti Shutterstock, Depositphotos, dll. Jika menggunakan dari penyedia images berbayar, pastikan Anda memang MEMBELINYA, bukan hanya mencomot begitu saja dari Internet lalu menggunakannya di blog Anda. Oh, dan tolong jangan coba-coba mengedit atau menghilangkan watermark-nya.
  • Gunakan foto yang relevan dengan konten.
  • Jika menggunakan foto dari situs web lain, sebutkan sumbernya berupa direct link, bukan hanya menyebutkan “Foto: Google”. Sebab Google adalah mesin pencari, bukan penyedia foto gratis.
  • Jika Anda menggunakan foto sendiri dan ingin menggunakan watermark, gunakan watermark sewajarnya. Iya, itu foto Anda dan Anda tidak ingin siapapun mencurinya, tapi jangan sampai watermark mengganggu images secara keseluruhan.
  • Anda yang menggunakan CMS WordPress bisa memanfaatkan plugin image editing untuk mengatur tampilan images.
*
Template apa pun yang Anda gunakan, CMS apa pun yang terbiasa Anda pakai, tampilan web tetap saja impresi pertama yang akan mengatakan siapa Anda, seberapa profesionalkah bisnis Anda, atau sampai di mana pengetahuan Anda tentang teknologi. Apakah Anda harus jago mendesain web untuk mempraktikkan poin-poin di atas? Tidak, tidak perlu. Elemen-elemen tersebut biasanya sudah bawaan template, kok. Anda hanya perlu mengeditnya sedikit-sedikit.

Sabtu, 29 Juni 2019

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL

MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR

“MANUSIA DAN KEINDAHAN”

qq


Disusun Oleh
Satrio Wibowo
1IA02
56418554

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018/2019







KATA PENGANTAR


Puji syukur saya sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
izin-Nya lah saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Makalah ini disusun  untuk memenuhi penilaian tugas dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang berisikan tentang “Manusia Dan Keindahan”.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karenanya, saya bersedia menerima kritik dan saran yang membangun agar makalah dapat lebih baik lagi.
Demikianlah yang dapat saya tuliskan, saya berharap makalah ini bermanfaat serta menjadi pengetahuan yang dapat diambil untuk mahasiswa Terima Kasih.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Depok, 31 Maret 2019


                                                                                          Penyusun

                                                                                        Satrio Wibowo








PENDAHULUAN


            Latar Belakang

          Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup dengan sendiri. Manusia diciptakan oleh Tuhan YME sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Di dalam kehidupannya manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan dengan manusia lain.
Setiap manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga berjalan dengan cepat. Perubahan-perubahan hanya dapat diketemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut pada waktu yang lampau. Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola prilaku organisasi, sususnan kelembagaan masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Terjadinya perubahan-perubahan tersebut disebabkan karena adanya interaksi sosial.



Sosialisasi

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

            Jenis-Jenis Sosialisasi

Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). MenurutGoffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.

·         Sosialisasi primer

]Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.



Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

·         Sosialisasi sekunder

Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat.

Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.

            Tipe Sosialisasi

Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. Contoh, standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda.

Di sekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.

·         Formal

·         Informal


            Proses Sosialisasi

Menurut George Herbert Mead

George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut.

·         Tahap persiapan (Preparatory Stage)

Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.

Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.

·         Tahap meniru (Play Stage)

Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)

·         Tahap siap bertindak (Game Stage)

Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama denganteman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

·         Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)

Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya


            Agen Sosialisasi

Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada empat agen sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa, dan lembaga pendidikan sekolah. Pesan-pesan yang disampaikan agen sosialisasi berlainan dan tidak selamanya sejalan satu sama lain. Apa yang diajarkan keluarga mungkin saja berbeda dan bisa jadi bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh agen sosialisasi lain.


·         Keluarga (kinship)

Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti.

·         Teman pergaulan

Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.

·         Lembaga pendidikan formal (sekolah)

Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.

·         Media massa

Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan. Contoh: Penayangan acara SmackDown! di televisi diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalam beberapa kasus.

·         Agen-agen lain

Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.

            Definisi Manusia Sebagai Makhluk Sosial

                Secara kodrati, manusia merupakan makhluk monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensinya kemanusiaannya. Seseorang memiliki sikap sosial apabila ia memperhatikan atau berbuat baik terhadap orang lain.

Manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial dengan beberapa alasan, yaitu:

·         Ada dorongan untuk berinteraksi.

·         Manusia tunduk pada aturan norma sosial.

·         Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan satu sama lain.

·         Potensi manusia akan benar-benar berkembang apabila ia hidup ditengah-tengah manusia.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi makhluk sosial menurut para ahli:

·         Menurut KBBI :

Makhluk social adalah manusia yang berhubungan timbal balik dengan manusia lain.

·         Menurut Elly M. Setiadi :

Makhluk social adalah makhluk yang didalam hidupnya tidak bias melepaskan diri dari pengaruh orang lain.

·         Menurut Dr. Johannes Garang :

Makhluk social adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri.

·         Menurut Aristoteles :

Makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang berarti menusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain

·         Menurut Liturgis :

Makhluk sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama lain serta tidak dapat melepaskan diri dari hidup bersama.


            Interaksi Sosial

Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat. Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.



Ada beberapa pengertian interaksi sosial menurut para ahli:

·    Menurut H. Booner dalam bukunya Social Psychology memberikan rumusan interaksi sosial bahwa: “Interaksi sosial adalah hubungan antar dua individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.”

·    Menurut Gillin dan Gillin (1954) yang menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual, antar kelompok orang, dan orang perorangan dengan kelompok.

·   Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok.”

·   Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur social.”

·   Siagian (2004) “Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung.”

Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan timbal balik antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok dalam kehidupan social.

            Macam-Macam Interaksi Sosial

Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

   1.  Interaksi antara individu dan individu
   2. Interaksi antara individu dan kelompok:
   3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok:

Faktor-Faktor Yang Mendasari Terjadinya Interaksi Sosial

·  Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.

· Sugesti adalah suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu.

·  Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.

·  Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi.
            Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Setidaknya ada dua macam bentuk interaksi sosial sebagai wujud proses sosial dalam kehidupan masyarakat. Dua bentukproses interaksi sosial, yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif.

   1. Proses asosiatif 

Proses asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat meningkatkan hubungan solidaritas antarindividu. Kerjasama merupakan bentuk interaksi sosial yang utama. Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.

Kerjasama ini semakin menguat apabila ada tantangan dari luar kelompoknya. Kerjasama bisa timbul jika terjadi hal-hal berikut.

a)      Orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama.
b)      Kedua belah pihak memiliki sumbangan atau kontribusi untuk memenuhi kepentingan mereka melalui kerjasama.

Ada beberapa bentuk kerjasama untuk menyelesaikan pekerjaan iru antara lain sebagai berikut.

a)    Kerukunan
Kerukunan adalah hidup berdampingan secara damai dan melakukan kerjasama secara bersama-sama. Kerukunan dapat ditunjukkan dari kegiatan kerja bakti yang dilakukan warga atau secara bergiliran melakukan ronda untuk menjaga keamanan kampung. Kerukunan pada intinya mencakup gotong-royong dan tolong-menolong.


b)   Tawar-menawar (bargaining)
Tawar-menawar adalah bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.

c)    Kooptasi
Kooptasi adalah kerjasama dalam bentuk mau menerima pendapat atau ide orang atau kelompok lain. Hal itu diperlukan agar kerjasama dapat berlanjut dengan baik.

d)   Koalisi
Koalisi adalah bentuk kerjasama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai kesamaan tujuan. Koalisi dilakukan agar memperoleh hasil yang lebih besar.

e)    Joint venture
Joint venture adalah bentuk kerjasama yang dilakukan oleh beberapa perusahaan. Dengan joint venture diharapkan hasil atau keuntungan yang diperoleh dari sebuah usaha akan lebih besar.


   2. Akomodasi (accomodation)

Akomodasi dipergunakan dalam dua arti, yaitu yang  menunjuk pada suatu keadaan dan yang menunjuk pada suatu proses. Akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan, berarti adanya suatu keseimbanga dalam interaksi di antara orang-orang, yang kaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.

 Akomodasi mempunyai tujuan sebagai berikut.

1)      Mengurangi pertentangan.

2)      Mencegah pertentangan untuk sementara.

3)      Memungkinkan terjadinya kerjasama.

4)      Mengusahakan peleburan antara kelompok social.


Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Ada beberapa bentuk akomodasi. Bentuk-bentuk akomodasi tersebut antara lain sebagai berikut.

1)         Paksaan (coercion)

2)         Kompromi

3)         Penengah (arbitration)

4)         Mediasi

5)         Konsilisasi

6)         Kesabaran

7)         Terperangkap (skakmat)

8)         Keputusan pengadilan


   3. Asimilasi

Asimilasi adalah penyesuaian sifat-sifat asli yang dimiliki dengan sifat-sifat sekitar. Dalam hal proses sosial, asimilasi berkaitan dengan peleburan perbedaaan budaya. Proses asimilasi bisa terj adi bila terdapat hal-hal berikut:

·         Perbedaan kebudayaan kelompok-kelompok manusia.

·         Terjadi pergaulan secara langsung dan intensif.

·         Ada perubahan kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia dan saling menyesuaikan diri.

Beberapa faktor yang mempermudah asimilasi adalah toleransi, sikap menghargai orang asing, sikap terbuka yang dimiliki para pemimpin, per-samaan unsur-unsur kebudayaan, dan kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.

   4. Proses disosiatif

Proses disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat merenggangkan hubungan solidaritas antarindividu. Proses disosiatif meliputi persaingan, kontravensi, dan konflik.

a)      Persaingan (competition) Persaingan adalah proses sosial dimana individu atau kelompok manusia bersaing mencari keuntungan melalui suatu bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum, dengar. cara menarik perhatian publik atau mem-pertajam prasangka yang ada, tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. Beberapa bentuk persaingan antara lain persaingan ekonomi, persaingan kebu¬dayaan, persaingan kedudukan dan peranan, serta persaingan ras.

b)      Kontravensi (contravention)

Pada hakikatnya kontravensi merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau unsur-unsur kebudayaan £olongan tertentu, yang dapat berubah menjadi ^encian, tetapi tidak sampai pada pertentangan pertikaian. Secara umum, bentuk kontravensi meliputi penolakan, keengganan, perlawanan, per-buatan menghalang-halangi, protes, dan mengecewa-kan rencana pihak lain.

c)      Pertentangan/pertikaian (conflict)

interaksi sosial dalam bentuk pertentangan atau pertikaian terjadi jika masing-masing pihak yang sedang mengadakan interaksi, tidak menemukan kesepahaman mengenai sesuatu, kemudian berlanjut menjadi adu kekuatan, lalu timbul adanya perten¬tangan atau pertikaian. Pertentangan atau pertikaian tersebut dapat bersifat sementara atau terus-menerus.


                Kesimpulan

       Dari uraian makalah, dapat disimpulkan bahwa alasan manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena:

1.         Ada dorongan untuk berinteraksi

2.         Manusia tunduk pada aturan, norma social

3.         Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.

4.         Manusia tidak dapat hidup sebagai manusia jika tidak ada di tengah-tengah manusia.

  Ada beberapa faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial, yaitu: imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Media (agen) sosialisasi utama yang menjadi wahana di mana individu akan mengalami sosialisasi untuk mempersiapkan dirinya masuk ke dalam masyarakat sepenuhnya antara lain:

1.      Keluarga

2.      Teman Sepermainan (Kelompok Sebaya)

3.      Sekolah

4.      Lingkungan Kerja

5.      Media Massa


                Penutup

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.