1. Kepentingan
Kepentingan adalah sangat pelu,
sangat utama (diutamakan), jadi pengertian kepentingan salah satunya adalah
diutamakan.dalam kaitan di atas maka manusia dalam kehidupan di masyarakat akan
berhadapan dengan kepentingan=kepentingan lain yang berkembang dalam kelompok
tersebut. Kepentingan-kepentingan yang berkembang selama kelompok
tersebut.Kepentingan-kepentingan yang berkembang selama kelompok tersebut
tidak jarang berbenturan dengan
kepentingan individu tersebut.
Sebagai human being bahwa individu selalu
berkait dalam kehidupan masyarakat.Kehidupan dalam masyarakat merupakan syarat
mutlak untuk mengembangkan individu tersebut untuk memampukannya dalam
bermasyarakat dan berkebudayaan.
2.Diskriminasi
Prasangka dan diskriminasi merupakan dua hal yang ada relevansinya.
Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuhan, perkembangan dan bahkan
integrasi masyarakat. Dari peristiwa kecil yang menyangkut dua orang dapat
meluas dan menjalar, melibatkan sepuluh orang, golongan atau wilayah disertai
yindakan kekerasan dan destruktif yang merugikan.Apabila dibandingkan dengan
prasangka, di mana prasangka merupakan suatu sikap, maka pada diskriminasi
merupakan suatu pola perilaku yang mengarah pada perlakuan yang tidak adil atau
tidak menyenangkan terhadap suatu kelompok atau pihak yang lain pasti merugikan pihak yang dikenal diskriminasi.
Diskriminasi dapat terjadi pada bidang :
(a)
Pekerjaan,
yang berarti anggota kelompok tertentu tidak diterima untuk mendapatkan
pekerjaan.
(b)
Politik,yang berarti anggota kelompok tertentu tidak
mendapat hak di pemerintahan (isalnya memilih )
(c)
Di tempat
umum,yang berarti anggota kelompok
tertentu tidak mendapat kesempatan untuk menikmati tempat tertentu(mislanya
tempat hiburan )
3. Ethosentris
Etnosentris ( dalam bhs Indonesia ) adalah kecenderungan sikap Individu
yang merasa cara hidup/ budaya mereka lebih superior dan beradab dari yang
lainnya. Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai
dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik,
mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya
dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk
menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya
sendiri. Orang demikian bukan saja
kurang cocok untuk melakukan tugas
antropologi,tetapi dia juga barangkali tidak sanggup untuk mengidentifikasi dan
memecahkan problema-problema social dalam kebudayaannya sendiri.Misalnya dalam
pandangan seorang Amerika yang etnosentris upacara inisiasi yang
meresmikan anak-anak muda menjadi orang dewasa dalam berbagai masyarakat akan
dinilai biadab.
Pertentangan Sosial/Ketegangan Dalam Masyarakat
Konflik mengandung
pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang
dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar. Terdapat tiga elemen
dasar yang merupakan ciri dasar dari suatu konflik, yaitu
1. terdapat dua atau
lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik
2. unit-unit tersebut
mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan,
masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan
3. terdapat interraksi
diantar bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut
Konflik merupakan suatu
tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan
dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan diri
seseorang, kelompok, dan masyarakat. Adapun cara pemecahan konflik tersebut :
1.
Elimination, pengunduran diri dari salah satu pihak yang terlibat konflik
2.
Subjugation atau Domination, pihak yang mempunyai kekuasaan
terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah
3.
Majority Rule, artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan
voting
4.
Minority Consent, artinya kelompok mayoritas yang menang, namun
kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta
kesepakatan untuk melakukan kegiatan bersama
5.
Compromise, artinya semua sub kelompok yang terlibat dalam konflik
berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6.
Integration, artinya pendapat-pendapat yang bertentangan
didiskusikan, dipertimbangkan, dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai
suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak
Golongan-Golongan
Yang Berbeda Dan Integrasi Sosial
Telah dijelaskan kemungkinan yang akan
dilakukan oleh individu apabila mengalami disorganisasi kepribadian.Masyarakat
sebagai kumpulan individu,maka dilihat dari prosesnya dapat dibagi :
a. proses mengikat yang
meliputi proses mendekati,ikat mengikat dan bersatu.
b. proses
memisah,meliputi bercerai, perpisahan hidup masing-masing
c. proses campuran atau
pertengahan, yang meliputi percampuran proses pertama dan kedua.
Secara lebih terperinci
proses di atas dapat dijabarkan :
a.Keadaan gologan
sebelum bergabung : terpencil, mengasikan diri,bermusuhan.
b.Keadaan peralihan :
orang mulai mencari kontak atau hubungan
c.Proses yang
mendahului penggabungan,meliputi
1) membolehkan
,membiarkan
2)berkompromi, berdamai
d.Proses
penggabungan,yang meliputi :
1) dekat-mendekati
2) menyesuaikan diri
3) persamaan, pembauran
4) kerja sama
e. Proses memsiah, yang
meliputi :
1) persaingan
2. oposisi
3) konflik
Integrasi
Nasional
Integrasi adalah penyatuan supaya menjadi
bulat atau menjadi utuh,dan nasional adalah yang berkenaan dengan atau berasal
dari bangsa sendiri, kebangsaan, dari 2 pengertian itu dapat diambil kesimpulan
bahwa integrasi nasional adalah penyatuan suatu bangsa agar menjadi bangsa yang
utuh.
Secara umum terdapat tiga masalah besar yang
harus dikaji dengan serius untuk mencapai Integrasi Sosial-Integrasi Nasional
yang mantap, yaitu : (a) pembauran bangsa (b) kerukunan antar umat beragama dan
aliran kepercayaan, (c. perubahan nilai-nilai
Daftar
Pustaka
Hartomo H.
,1998.Jakarta
Aziz, A & Hartomo, H. 2008. Jakarta





0 komentar:
Posting Komentar