Senin, 03 Desember 2018

Perbedaan Kepentingan,Deskriminasi,dan Ethosentris


1. Kepentingan
 Kepentingan adalah sangat pelu, sangat utama (diutamakan), jadi pengertian kepentingan salah satunya adalah diutamakan.dalam kaitan di atas maka manusia dalam kehidupan di masyarakat akan berhadapan dengan kepentingan=kepentingan lain yang berkembang dalam kelompok tersebut. Kepentingan-kepentingan yang berkembang selama kelompok tersebut.Kepentingan-kepentingan yang berkembang selama kelompok tersebut tidak  jarang berbenturan dengan kepentingan individu tersebut.
 Sebagai human being bahwa individu selalu berkait dalam kehidupan masyarakat.Kehidupan dalam masyarakat merupakan syarat mutlak untuk mengembangkan individu tersebut untuk memampukannya dalam bermasyarakat dan berkebudayaan.

2.Diskriminasi
 Prasangka dan diskriminasi merupakan dua hal yang ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuhan, perkembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Dari peristiwa kecil yang menyangkut dua orang dapat meluas dan menjalar, melibatkan sepuluh orang, golongan atau wilayah disertai yindakan kekerasan dan destruktif yang merugikan.Apabila dibandingkan dengan prasangka, di mana prasangka merupakan suatu sikap, maka pada diskriminasi merupakan suatu pola perilaku yang mengarah pada perlakuan yang tidak adil atau tidak menyenangkan terhadap suatu kelompok atau pihak yang  lain pasti merugikan pihak  yang dikenal diskriminasi.
Diskriminasi dapat terjadi pada bidang :
(a)    Pekerjaan, yang berarti anggota kelompok tertentu tidak diterima untuk mendapatkan pekerjaan.
(b)   Politik,yang  berarti anggota kelompok tertentu tidak mendapat hak di pemerintahan (isalnya memilih )
(c)    Di tempat umum,yang berarti anggota kelompok  tertentu tidak mendapat kesempatan untuk menikmati tempat tertentu(mislanya tempat hiburan )

3. Ethosentris
Etnosentris ( dalam bhs Indonesia ) adalah kecenderungan sikap Individu yang merasa cara hidup/ budaya mereka lebih superior dan beradab dari yang lainnya. Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Orang  demikian bukan saja kurang cocok untuk melakukan  tugas antropologi,tetapi dia juga barangkali tidak sanggup untuk mengidentifikasi dan memecahkan problema-problema social dalam kebudayaannya sendiri.Misalnya dalam pandangan seorang  Amerika  yang etnosentris upacara inisiasi yang meresmikan anak-anak muda menjadi orang dewasa dalam berbagai masyarakat akan dinilai biadab.



Pertentangan Sosial/Ketegangan Dalam Masyarakat

Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar. Terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dasar dari suatu konflik, yaitu

1. terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik
2. unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah,      sikap, maupun gagasan-gagasan
3. terdapat interraksi diantar bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan diri seseorang, kelompok, dan masyarakat. Adapun cara pemecahan konflik tersebut :

1.      Elimination, pengunduran diri dari salah satu pihak yang terlibat konflik
2.      Subjugation atau Domination, pihak yang mempunyai kekuasaan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah
3.      Majority Rule, artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting
4.      Minority Consent, artinya kelompok mayoritas yang menang, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta kesepakatan untuk melakukan kegiatan bersama
5.      Compromise, artinya semua sub kelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6.      Integration, artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan, dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak

Golongan-Golongan Yang Berbeda Dan Integrasi Sosial
 Telah dijelaskan kemungkinan yang akan dilakukan oleh individu apabila mengalami disorganisasi kepribadian.Masyarakat sebagai kumpulan individu,maka dilihat dari prosesnya dapat dibagi :
a. proses mengikat yang meliputi proses mendekati,ikat mengikat dan bersatu.
b. proses memisah,meliputi bercerai, perpisahan hidup masing-masing
c. proses campuran atau pertengahan, yang meliputi percampuran proses pertama dan kedua.
Secara lebih terperinci proses di atas dapat dijabarkan :
a.Keadaan gologan sebelum bergabung : terpencil, mengasikan diri,bermusuhan.
b.Keadaan peralihan : orang mulai mencari kontak atau hubungan
c.Proses yang mendahului penggabungan,meliputi
1) membolehkan ,membiarkan
2)berkompromi, berdamai
d.Proses penggabungan,yang meliputi :
1) dekat-mendekati
2) menyesuaikan diri
3) persamaan, pembauran
4) kerja sama
e. Proses memsiah, yang meliputi :
1) persaingan
2. oposisi
3) konflik



Integrasi Nasional
 Integrasi adalah penyatuan supaya menjadi bulat atau menjadi utuh,dan nasional adalah yang berkenaan dengan atau berasal dari bangsa sendiri, kebangsaan, dari 2 pengertian itu dapat diambil kesimpulan bahwa integrasi nasional adalah penyatuan suatu bangsa agar menjadi bangsa yang utuh.
 Secara umum terdapat tiga masalah besar yang harus dikaji dengan serius untuk mencapai Integrasi Sosial-Integrasi Nasional yang mantap, yaitu : (a) pembauran bangsa (b) kerukunan antar umat beragama dan aliran kepercayaan, (c. perubahan nilai-nilai















Daftar Pustaka
Hartomo H. ,1998.Jakarta
Aziz, A & Hartomo, H. 2008. Jakarta

0 komentar:

Posting Komentar